Jusuf Kalla: Masjid Harus Jadi Pusat Kegiatan Sosial Masyarakat serta Kemajuan Bersama
Menag Nasaruddin Umar: Pembangunan Papua harus Seimbang antara Aspek Fisik dan Spiritual
Rais Aam PBNU dan Sejumlah Ulama NU Terima Penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto
Kopri PMII Kutuk Kebrutalan Polisi Lindas Pengemudi Ojol hingga Meninggal
JAKARTA, DMITV.id –Â Ketua Umum Pengurus Besar Korp Pergerakan Mahasiswa...
Read MoreJusuf Kalla: Mari Semua Menahan Diri dan Menjaga Situasi Bangsa Ini
JAKARTA, DMITV.id – Wakil Presiden RI ke 10 dan 12,...
Read MoreEvaluasi Haji 2025, Menag: Secara Umum Berjalan Baik
JAKARTA, DMITV.id — Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI...
Read MoreJusuf Kalla: Masjid Harus Jadi Pusat Kegiatan Sosial Masyarakat serta Kemajuan Bersama
TANGERANG, DMITV.id – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf...
Read MoreTop News
DMI dan IP Trisakti Jajaki Kerja Sama Strategis: Tingkatkan Ekonomi Pegiat Masjid Lewat Pariwisata Halal
JAKARTA, DMITV.ID— Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) bersama Institut Pariwisata Trisakti menggelar pertemuan penting untuk membahas draft nota kesepahaman (MoU) dalam pengembangan pelatihan ekonomi berbasis wisata halal. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan para pegiat masjid dan musholla di seluruh Indonesia, terutama mereka yang selama ini berada di garis ekonomi bawah.
Pertemuan berlangsung di Kampus Institut Pariwisata Trisakti, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Jumat (1/8/2025). Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Jenderal DMI, Rahmat Hidayat, didampingi dua Wakil Sekjen, Buyung Wijaya Kusuma dan Novian Zein. Dari pihak Trisakti, hadir Agus Riyadi, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Novita Widyastuti Sugeng, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Alumni, Pemasaran, dan Job Arrangement System.
Menurut Rahmat Hidayat, kolaborasi ini merupakan respons konkret atas kebutuhan penguatan ekonomi di lingkungan masjid, melalui pelatihan-pelatihan terarah yang selaras dengan standar industri wisata halal.
“Pelatihan akan dilakukan secara intensif dan terorientasi pada hasil. Harapannya, para pegiat masjid mampu memberikan pelayanan wisata halal yang profesional, sesuai dengan kebutuhan umat Islam baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan bahwa program pelatihan juga akan dilengkapi sistem evaluasi bertahap untuk memastikan peningkatan kualitas keterampilan para peserta. Tujuan akhirnya adalah membentuk ekosistem bisnis halal yang mandiri dan berkelanjutan di lingkungan masjid.
Penandatanganan nota kesepahaman dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2025, dengan masa kerja sama selama tiga tahun. Program ini terbuka untuk seluruh pegiat masjid dan musholla di Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi ataupun lokasi geografis.
Sementara itu, Wakil Rektor IP Trisakti, Agus Riyadi, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, kemitraan dengan DMI membuka peluang luas untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan keterampilan di bidang kuliner, hospitality, hingga kewirausahaan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu mengangkat derajat para pegiat masjid, terutama yang berada di kabupaten dan pedesaan. Kami juga berharap DMI bisa menjembatani keterlibatan generasi muda dalam sektor pariwisata dan perhotelan berbasis nilai-nilai keislaman,” tutur Agus.
Kerja sama ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan—dari masjid, untuk kesejahteraan umat.**
Berlangganan Berita
Daftarkan e-mail anda untuk mendapatkan berita terkini
Informasi terkini langsung di inbox surel anda